, ,

Pelajar di Balikpapan Nekat Curi Motor Teman, Sempat Sembunyikan Motor Karena Kehabisan Bensin

by -929 Views

NEWS Balikpapan — Seorang pelajar di Balikpapan, Kalimantan Timur, nekat mencuri sepeda motor milik temannya sendiri. Aksi remaja berinisial AR (17) ini terungkap setelah motor yang ia curi ditemukan dalam kondisi tersembunyi di semak-semak karena kehabisan bensin.

Pelajar di Balikpapan Nekat Curi Motor Teman, Sempat Sembunyikan Motor  Karena Kehabisan Bensin - Tribunkaltim.co
Pelajar di Balikpapan Nekat Curi Motor Teman, Sempat Sembunyikan Motor Karena Kehabisan Bensin

Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol Agus Prasetyo, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menjelaskan, pelaku dan korban merupakan teman sekolah di salah satu SMA negeri di Balikpapan.

Baca Juga : Perkuat Sinergitas, Rutan Balikpapan Berkunjung Ke Dit Intelkam Polda Kaltim

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com


“Pelaku ini meminjam motor temannya dengan alasan ingin membeli makanan, tapi tidak dikembalikan. Setelah dicari, ternyata motor disembunyikan di kawasan Sepinggan,” ujarnya pada Sabtu (1/11/2025).

Aksi Terungkap Setelah Motor Ditemukan Warga

Kasus pencurian ini terungkap ketika seorang warga menemukan sepeda motor jenis Honda Beat tanpa plat nomor terparkir di semak-semak. Warga yang curiga kemudian melapor ke pihak kepolisian. Setelah ditelusuri, motor tersebut ternyata milik korban, seorang pelajar berinisial FN (17).

Polisi kemudian memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan, AR mengaku nekat mencuri motor tersebut karena ingin jalan-jalan dan tidak memiliki uang untuk membeli bensin.
“Pelaku panik ketika motor kehabisan bensin di jalan. Ia kemudian menyembunyikannya di semak-semak agar tidak ketahuan,” jelas Kompol Agus.

Ancaman Hukuman dan Pembinaan

Meski masih berstatus pelajar dan di bawah umur, polisi tetap memproses kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan pendekatan keadilan restoratif.
“Kami akan mengedepankan pembinaan dan mediasi antara pihak keluarga pelaku dan korban. Namun, kasus tetap kami tangani agar menjadi pelajaran bagi pelajar lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh AR. Kepala sekolah menyatakan akan memberikan pembinaan khusus agar peristiwa serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan.
“Kami menekankan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab di antara siswa. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pelajar,” ungkapnya.

Pesan Kepolisian

Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka, terutama dalam penggunaan kendaraan bermotor.
“Banyak kasus pelanggaran hukum dilakukan oleh remaja karena kurangnya pengawasan. Kami harap orang tua dan sekolah dapat bekerja sama dalam memberikan edukasi moral dan hukum,” tutup Kompol Agus.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.