NEWS Balikpapan — Kota Balikpapan kian menegaskan posisinya sebagai pusat investasi strategis di Kalimantan Timur (Kaltim). Kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan ketersediaan infrastruktur modern menjadikan kota ini magnet baru bagi investor nasional maupun asing di berbagai sektor, mulai dari energi, properti, logistik, hingga pariwisata.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, nilai investasi yang masuk ke Balikpapan selama triwulan III tahun 2025 mencapai Rp4,2 triliun, meningkat 18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini sebagian besar ditopang oleh investasi sektor energi, perhotelan, serta transportasi darat dan laut.
Baca Juga : Kesbangpol Balikpapan Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Pemuda: Waktu Kosong Bisa Jadi Bibit Konflik
“Balikpapan tidak hanya menjadi kota penyangga IKN, tapi juga kota mandiri dengan potensi ekonomi yang luar biasa. Kami terus memperkuat pelayanan perizinan dan promosi investasi agar iklim usaha semakin kondusif,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat membuka Forum Investasi Daerah di Balikpapan Convention Center, Jumat (1/11).
Infrastruktur Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Posisi Balikpapan yang strategis di pesisir timur Kalimantan menjadikannya gerbang utama menuju IKN dan wilayah Kaltim lainnya. Peningkatan kapasitas Pelabuhan Semayang dan perluasan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas ekonomi di kota ini.
Selain itu, proyek pembangunan Tol Balikpapan–IKN–Samboja yang ditargetkan selesai pada akhir 2026 akan memangkas waktu tempuh ke kawasan ibu kota negara baru menjadi kurang dari 45 menit.
“Dengan infrastruktur yang semakin lengkap, investor melihat Balikpapan sebagai lokasi ideal untuk mendirikan kantor pusat, pusat distribusi, maupun fasilitas produksi,” jelas Kepala DPMPTSP Balikpapan, Baihaqi Siregar.
Sektor Unggulan: Energi, Properti, dan Pariwisata
Sektor energi masih menjadi kontributor terbesar investasi di Balikpapan, terutama melalui Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina RU V, yang kini telah mencapai progres 85%. Proyek senilai lebih dari Rp140 triliun itu diyakini akan memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota industri energi terbesar di luar Jawa.
Selain energi, sektor properti dan pariwisata bisnis juga berkembang pesat. Pertumbuhan hotel berbintang dan pusat perbelanjaan baru di kawasan Balikpapan Tengah dan Selatan menjadi bukti meningkatnya aktivitas ekonomi. Pemerintah juga mendorong pembangunan kawasan ekonomi kreatif dan pusat UMKM digital untuk mendukung pelaku usaha lokal.
“Kami menargetkan Balikpapan menjadi kota jasa dan investasi berkelas dunia dengan standar pelayanan internasional,” tambah Rahmad Mas’ud.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Swasta
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Pemkot Balikpapan mengembangkan strategi “Smart Investment Ecosystem”, yang memadukan digitalisasi layanan perizinan dengan sistem promosi investasi berbasis data. Program ini memungkinkan calon investor memperoleh informasi proyek potensial hanya dalam hitungan menit.
Kolaborasi juga dijalin dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pelaku usaha lokal agar manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat secara langsung, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.
“Investasi bukan hanya soal modal, tapi juga kemitraan berkelanjutan. Kami ingin semua pihak merasakan manfaat pembangunan,” tutur Baihaqi.
Kesimpulan
Dengan infrastruktur modern, kebijakan ramah investasi, dan posisi strategis sebagai pintu gerbang IKN, Balikpapan kini menegaskan diri sebagai kota investasi unggulan di Kalimantan Timur. Sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat diyakini akan membawa kota ini menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.







