News Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk pencetakan lahan sawah baru, sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah ini diambil karena selama ini Balikpapan sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar kota maupun daerah lain.

Kondisi Lahan Sawah Saat Ini
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa saat ini luas lahan sawah yang aktif hanya sekitar 27 hektare. Jumlah ini jauh di bawah potensi ideal yang bisa dimanfaatkan, yakni 96 hektare. Minimnya lahan sawah menjadi salah satu faktor utama ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, khususnya beras.
“Kami ingin meningkatkan kapasitas produksi lokal agar ketahanan pangan Balikpapan semakin kuat. Pencetakan sawah baru menjadi salah satu solusi strategis yang perlu dukungan pemerintah pusat,” ujar Bagus Susetyo, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga : Kalsel Kini Punya Laboratorium Forensik, Tak Perlu Lagi Kirim Bahan Penyelidikan ke Surabaya
Usulan Pencetakan Sawah Baru
Pemerintah kota telah menyiapkan rencana teknis dan identifikasi lahan yang memungkinkan untuk dijadikan sawah baru. Usulan ini mencakup lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Bagus menekankan bahwa pengembangan lahan sawah tidak hanya fokus pada jumlah luas, tetapi juga pada kualitas produksi. Diharapkan, dengan dukungan pusat, Balikpapan bisa meningkatkan hasil panen beras secara signifikan dan mengurangi ketergantungan pada impor lokal dari daerah lain.
Manfaat bagi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Pencetakan sawah baru diyakini akan memberikan manfaat ganda, yakni ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi lokal. Produksi beras lokal yang lebih tinggi akan membantu menstabilkan harga, menciptakan lapangan kerja bagi petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ketersediaan pangan lokal juga dapat mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada bahan pokok lokal, sehingga ekonomi daerah lebih mandiri.
Harapan Pemerintah Kota Balikpapan
Pemerintah Kota Balikpapan berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan persetujuan dan dukungan teknis, termasuk bantuan irigasi, bibit unggul, dan pelatihan bagi petani. Langkah ini dianggap krusial agar Balikpapan dapat mandiri dalam penyediaan pangan dan tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Dengan dukungan pusat, Balikpapan optimistis mampu mengembangkan lahan sawah baru, meningkatkan produksi beras lokal, dan memperkuat ketahanan pangan kota secara berkelanjutan.







