,

Wali Kota Balikpapan Ingatkan Kerusakan Lingkungan Jadi Pemicu Bencana Hidrometeorologi

by -783 Views

NEWS BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud kembali menegaskan pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah berbagai bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi. Menurutnya, bencana tidak datang begitu saja, melainkan merupakan akibat langsung dari kerusakan alam yang terjadi secara terus-menerus.

Ini Jawaban Wali Kota Balikpapan Terkait Masalah Banjir, Gas Elpiji 3 Kg  Langka, dan Infrastruktur Jalan! - Balikpapan TV
Wali Kota Balikpapan Ingatkan Kerusakan Lingkungan Jadi Pemicu Bencana Hidrometeorologi

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan simulasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang digelar Polda Kalimantan Timur bersama sejumlah instansi terkait. Acara berlangsung di area outdoor BSCC Dome, Balikpapan, pada Sabtu (6/12/2025).

Kerusakan Lingkungan Jadi Pemicu Utama

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menekankan bahwa faktor manusia berperan besar dalam memperparah risiko bencana. Penebangan liar, alih fungsi hutan, hingga pembangunan tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan disebut sebagai pemicu yang harus segera ditangani.

Bencana itu tidak datang tiba-tiba. Kalau hutan rusak, banjir datang. Kalau drainase tertutup, air tidak mengalir. Semua berawal dari perilaku kita terhadap alam,” kata Rahmad.

Ia mengingatkan bahwa Balikpapan berada pada wilayah dengan kondisi geografis yang rawan banjir dan longsor jika tata ruang tidak dikelola dengan baik. Karena itu, ia meminta masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk bekerja sama menjaga area resapan air serta kawasan hijau.

Baca Juga : Lari Santai Plus Edukasi Pajak, FuntAXTIK-Run Dapat Apresiasi Wali Kota Balikpapan

Pentingnya Kesiapsiagaan Saat Cuaca Ekstrem

Simulasi yang digelar Polda Kaltim tersebut menampilkan berbagai skenario penanganan bencana, mulai dari evakuasi korban banjir, pemadaman kebakaran lahan, hingga pengiriman logistik darurat. Kegiatan ini melibatkan BPBD, TNI-Polri, Basarnas, Dinas Kesehatan, Damkar, dan relawan kebencanaan.

Rahmad menilai latihan seperti ini sangat penting, terutama memasuki masa puncak musim hujan di wilayah Kalimantan Timur. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam merespons cepat situasi darurat.

Koordinasi yang baik akan menyelamatkan banyak nyawa. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus siap jika bencana terjadi,” ujarnya.

Ajak Masyarakat Lebih Peduli

Rahmad juga mengajak warga Balikpapan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah ke selokan dan sungai. Menurutnya, persoalan klasik tersebut setiap tahun menjadi pemicu banjir yang sebenarnya bisa dicegah.

Sampah yang menumpuk itu bukan kesalahan alam, tapi perilaku kita. Mulailah disiplin dari hal kecil, karena dampaknya sangat besar bagi kota,” tegasnya.

Pemerintah Kota Balikpapan, kata Rahmad, terus memperkuat program mitigasi bencana, termasuk normalisasi drainase, perbaikan infrastruktur pengendali banjir, serta patroli kawasan rawan kebakaran lahan.

Dengan berbagai upaya tersebut, ia berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya slogan, tetapi langkah konkret untuk menyelamatkan diri, keluarga, dan kota dari ancaman bencana.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.