NEWS BALIKPAPAN – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa proyek pengembangan Kilang Balikpapan akan mulai beroperasi pada pertengahan Desember 2025. Hal tersebut disampaikan sebagai bagian dari laporan progres Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terus dikejar penyelesaiannya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Bachtiar Wicaksono, menyebut bahwa pembangunan kilang yang dikelola PT Pertamina ini telah memasuki fase finalisasi konstruksi dan uji coba sejumlah unit fasilitas.
Baca Juga : Pemerintah Diminta Restrukturisasi Utang BUMN dalam Konsorsium PSBI
“Progres fisik kilang sudah melewati 90 persen. Kami targetkan commissioning berakhir tepat waktu sehingga operasional penuh bisa dimulai pada pertengahan Desember 2025,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/11).
Tingkatkan Kapasitas Produksi BBM Nasional
Kilang Balikpapan merupakan salah satu proyek terbesar dalam program Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Kilang ini disebut akan meningkatkan kapasitas produksi BBM nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
Menurut Bachtiar, setelah beroperasi optimal, kilang tersebut nantinya akan meningkatkan kapasitas pengolahan minyak dari sekitar 260 ribu barel per hari menjadi lebih dari 360 ribu barel per hari.
“Kilang ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selain meningkatkan kapasitas, kualitas BBM yang dihasilkan juga akan memenuhi standar Euro 5,” kata Bachtiar.
Kesiapan Infrastruktur dan SDM
Pihak Kementerian ESDM juga memastikan bahwa kesiapan infrastruktur pendukung, termasuk sistem pipa, fasilitas penyimpanan, dan jaringan distribusi, telah mencapai standar keamanan industri migas.
Sementara itu, Pertamina disebut telah mulai melakukan pelatihan intensif bagi operator kilang dan tenaga teknis untuk memastikan kelancaran proses transisi ke fase operasi.
“Kami ingin memastikan SDM yang mengoperasikan kilang benar-benar siap, karena tahap awal operasi selalu menjadi fase yang paling kritis,” tambah Bachtiar.
Dorong Efisiensi dan Kurangi Defisit Neraca Migas
Dengan selesainya RDMP Balikpapan, pemerintah berharap terjadi peningkatan efisiensi produksi BBM dalam negeri sehingga impor bisa ditekan secara signifikan.
“Setiap tambahan kapasitas kilang akan berdampak langsung pada pengurangan impor, yang artinya memperbaiki neraca perdagangan migas kita,” jelasnya.
Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring rutin bersama Pertamina agar target operasional tidak meleset dari jadwal yang telah disampaikan.







