, ,

Komitmen Lingkungan: Balikpapan Jadikan Hutan Kota Sebagai Pusat Edukasi dan Wisata Alam

by -1092 Views

News Balikpapan — Kota Balikpapan kembali menegaskan komitmennya sebagai kota hijau di Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Provinsi Kaltim menetapkan Hutan Kota Balikpapan sebagai model percontohan pengelolaan ruang hijau perkotaan berkelanjutan.

Meranti Etam Balikpapan, wisata alam dan edukasi hijau di tengah hutan  lindung Sungai Manggar. Simak info selengkapnya disini Cess! - Balikpapan TV
 Komitmen Lingkungan: Balikpapan Jadikan Hutan Kota Sebagai Pusat Edukasi dan Wisata Alam

Penetapan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltim, Ir. Joko Prasetyo, dalam kunjungan kerja di kawasan Hutan Kota Balikpapan, Selasa (15/10).

Baca Juga : Poltek Balikpapan kembangkan tiga program doktoral bersama Unhas

“Balikpapan berhasil mempertahankan tutupan hijau di tengah pesatnya pembangunan kota. Hutan kota ini bisa menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian lingkungan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” ujar Joko.


Luas dan Fungsi Strategis 

 Balikpapan memiliki luas lebih dari 130 hektare yang terbentang di kawasan Jl. Soekarno-Hatta Km 10 hingga Km 12.
Kawasan ini berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus zona konservasi air tanah, habitat satwa endemik, dan ruang edukasi lingkungan.

Selain dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, pengelolaan hutan kota ini juga melibatkan komunitas pecinta alam, akademisi, dan pelajar.
Setiap pekan, kelompok relawan bersama petugas rutin melakukan kegiatan penanaman pohon, patroli kebersihan, serta pemantauan keanekaragaman hayati.

“Kami berusaha menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis dan sosial. Hutan kota bukan sekadar ruang hijau, tapi juga ruang belajar bagi masyarakat,” kata Kepala DLH Balikpapan, Sri Wahyuni, S.T., M.Env.Eng.


Program Edukasi dan Wisata Alam

Selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, Hutan Kota Balikpapan juga dikembangkan sebagai destinasi wisata alam edukatif.
DLH Balikpapan bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program pembelajaran lapangan, observasi burung, dan kegiatan ekowisata.

Setiap tahun, lebih dari 5.000 pelajar dan mahasiswa datang untuk belajar tentang ekosistem hutan tropis, pengendalian erosi, dan pemanfaatan tanaman obat.
Di beberapa titik, pemerintah kota juga menyiapkan jalur trekking dan menara pandang bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan hijau kota dari ketinggian.

“Konsepnya bukan taman biasa, tapi tempat interaksi manusia dengan alam. Kami ingin masyarakat mencintai lingkungan mulai dari mengenalnya,” ujar Sri Wahyuni.


Dukungan Pemerintah dan Komitmen Keberlanjutan

Pemerintah Provinsi Kaltim menyebut akan memperluas program serupa di beberapa kota lain seperti Samarinda, Bontang, dan Tenggarong.
Balikpapan dijadikan percontohan utama karena memiliki sistem tata kota yang paling terintegrasi di Kaltim.

“Kami menargetkan setiap kota memiliki ruang hijau minimal lima persen dari luas wilayahnya. Hutan Kota Balikpapan jadi acuan dalam penerapan kebijakan itu,” ungkap Joko Prasetyo.

Pemerintah Kota Balikpapan juga tengah menyiapkan Rencana Aksi Penguatan 2026–2030, yang mencakup program digitalisasi pemantauan pohon dan kemitraan dengan sektor swasta untuk adopsi area konservasi.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.