,

Kasus Keracunan MBG di Balikpapan: Siswa Ungkap Gejala hingga Penanganan Awal

by -1474 Views

News Balikpapan — Kasus dugaan keracunan makanan dan minuman berbasis susu merek MBG di Balikpapan menjadi sorotan publik. Puluhan siswa dari salah satu sekolah menengah dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai mengonsumsi produk tersebut.

MBG: Apakah korban keracunan Makan Bergizi Gratis bisa menggugat  pemerintah? - BBC News Indonesia
Kasus Keracunan MBG di Balikpapan: Siswa Ungkap Gejala hingga Penanganan Awal

Kronologi Kejadian Keracunan MBG

Insiden ini terjadi pada awal pekan lalu ketika pihak sekolah membagikan minuman susu kemasan MBG kepada para siswa sebagai bagian dari program gizi tambahan. Tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai merasakan gejala tidak biasa.

Baca Juga : Jadwal Vaksinasi Rabies Gratis di Balikpapan September-November 2025

“Awalnya biasa saja, tapi sekitar 30 menit setelah minum, saya merasa mual, kepala pusing, lalu perut sakit,” kata salah satu siswa yang menjadi korban.

Dalam waktu singkat, jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa semakin bertambah. Guru dan staf sekolah segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi para siswa ke puskesmas terdekat.

Pengakuan Siswa yang Jadi Korban

Salah seorang siswa, sebut saja Andi (15), menceritakan pengalamannya ketika keracunan terjadi. “Saya sempat panik karena teman-teman juga ikut muntah. Rasanya badan lemas sekali, bahkan saya hampir tidak bisa berdiri,” ujarnya.

Andi mengaku sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit lambung maupun alergi makanan. Ia pun berharap pemerintah segera memastikan keamanan produk minuman yang beredar di sekolah agar kasus serupa tidak terulang.

Siswa lain, Rina (14), juga mengaku mengalami hal serupa. “Perut sakit banget, sampai harus dirawat di klinik. Saya harap segera ada kepastian, apakah susu itu memang bermasalah,” tuturnya.

Langkah Penanganan dari Sekolah dan Dinas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr. Syahrul Rahman, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel produk MBG untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya kemungkinan kontaminasi bakteri yang menyebabkan gangguan pencernaan.

“Uji laboratorium masih berlangsung. Kami akan pastikan hasilnya segera diumumkan. Saat ini semua siswa yang terdampak sudah dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan,” jelas dr. Syahrul.

Sementara itu, pihak sekolah juga menghentikan sementara distribusi minuman MBG sampai ada hasil investigasi lebih lanjut. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk kemasan, terutama yang dibagikan dalam jumlah besar di sekolah.

Penutup

Kasus dugaan keracunan MBG di Balikpapan menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran. Pengakuan para siswa korban menunjukkan betapa serius dampaknya terhadap kesehatan anak-anak.

Diharapkan, hasil investigasi cepat diumumkan agar masyarakat mendapat kepastian terkait keamanan produk tersebut. Pemerintah pun diharapkan memperkuat pengawasan pangan demi melindungi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, dari risiko keracunan serupa di masa mendatang.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.