, ,

Kasus Kematian DBD di Balikpapan Menurun, Cakupan Vaksinasi Capai 60 Persen

by -1358 Views

NEWS BALIKPAPAN Upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam mengendalikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menunjukkan hasil yang positif. Dalam dua tahun terakhir, angka kematian akibat DBD terus menurun secara signifikan. Data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat, dari tujuh kasus kematian pada 2022, jumlahnya turun menjadi empat kasus di 2023, meski jumlah kasus secara keseluruhan meningkat.

Pemerintah Kota Balikpapan
Kasus Kematian DBD di Balikpapan Menurun, Cakupan Vaksinasi Capai 60 Persen

Hingga Januari 2024, tercatat 28 kasus positif DBD tanpa ada laporan kematian. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty, dalam media briefing pada Rabu (24/1/2024).

“Tidak ada fatalitas (kematian), karena semuanya bisa ditangani dengan baik,” ujar Andi.

💉 Vaksinasi DBD Jadi Terobosan Pencegahan

Salah satu inovasi penting yang menjadi kunci keberhasilan penurunan angka kematian adalah program vaksinasi DBD gratis. Kota Balikpapan menjadi proyek percontohan vaksinasi DBD pertama di Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui pembiayaan dari APBD.

Baca Juga : BBM Tersendat di Jember: Efek Domino Penutupan Jalur Gumitir

Sebanyak 9.800 dosis vaksin DBD telah disiapkan dan mulai diberikan sejak akhir 2023. Hingga saat ini, cakupan vaksinasi telah mencapai 60 persen, menyasar kelompok anak usia 5 hingga 14 tahun, yang merupakan kelompok paling rentan tertular virus dengue.

“Vaksin diberikan di sekolah karena nyamuk aedes aegypti aktif pada pagi hingga sore hari, saat anak-anak berada di sekolah,” jelas Andi.

Program vaksinasi dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan yang mendatangi sekolah-sekolah yang telah ditunjuk. Vaksin Qdenga, yang digunakan dalam program ini, merupakan vaksin tetravalent dengan virus hidup yang dilemahkan, efektif melawan keempat serotipe virus dengue.

🗓️ Jadwal Pemberian Vaksin DBD

Pemberian vaksin dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

  • Dosis pertama: Bulan ke-0 (hari pertama penyuntikan)

  • Dosis kedua: Bulan ke-3 setelah dosis pertama

Kedua dosis ini diberikan secara berkala untuk memastikan imunitas optimal terhadap virus dengue.

⚠️ Balikpapan Masih Jadi Daerah Prioritas

Meski angka kematian turun, Balikpapan masih menjadi daerah dengan prevalensi kasus DBD tertinggi di Kalimantan Timur. Oleh karena itu, vaksinasi dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan imunitas kolektif dan menekan angka kejadian kasus berat hingga kematian.

“Tujuannya adalah meningkatkan kekebalan terhadap virus dengue dan menekan kasus DBD berat,” tegas Andi.

Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung program vaksinasi demi kesehatan bersama.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.