NEWS BALIKPAPAN – Kota Balikpapan terus memperkuat posisinya sebagai kota wisata bahari modern di Kalimantan Timur. Pemerintah Kota (Pemkot) bersama sejumlah pihak swasta dan komunitas pesisir berupaya mengoptimalkan potensi laut dan pantai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus ikon wisata unggulan di kawasan timur Indonesia.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, sektor pariwisata bahari kini menjadi fokus strategis dalam mendukung visi kota sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga : Balikpapan Bangun Taman Kota per Kecamatan Tahun 2026
“Kami ingin Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan energi, tetapi juga destinasi wisata bahari yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam agenda Balikpapan Tourism Outlook 2025, Minggu (13/10).
Revitalisasi Pantai dan Infrastruktur Penunjang
Pemkot Balikpapan kini gencar melakukan revitalisasi kawasan pantai seperti Pantai Manggar Segarasari, Lamaru, hingga Teluk Balikpapan.
Selain pembenahan fasilitas umum, Pemkot juga mendorong partisipasi swasta dalam membangun hotel, restoran, dan wahana rekreasi laut bertaraf internasional.
Dinas Pariwisata Balikpapan mencatat, pada 2025 ini telah disiapkan tiga proyek utama:
-
Pembangunan Balikpapan Marine Park di kawasan Lamaru.
-
Penataan dermaga wisata di Teluk Balikpapan.
-
Pengembangan jalur wisata bahari terintegrasi menuju IKN.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan ekonomi kreatif pesisir sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Kolaborasi Komunitas Pesisir dan Pelaku UMKM
Citra kota wisata bahari tak lepas dari peran komunitas nelayan, pelaku UMKM, serta pegiat ekowisata. Mereka turut dilibatkan dalam pengelolaan destinasi wisata dengan konsep partisipatif.
Program Desa Wisata Pesisir yang diluncurkan sejak 2023 kini mulai menunjukkan hasil positif. Di kawasan Pantai Manggar, misalnya, warga setempat telah membuka pusat kuliner laut dan penyewaan perahu wisata, yang diminati wisatawan lokal dan mancanegara.
“Konsepnya wisata sambil menjaga alam. Kami ajarkan masyarakat cara mengelola sampah laut dan mempromosikan produk lokal,” tutur Yunita, Ketua Pokdarwis Manggar Bahari.
Teknologi dan Inovasi untuk Wisata Modern
Guna menarik wisatawan milenial, Pemkot juga meluncurkan aplikasi digital “Visit Balikpapan”, yang menyediakan informasi destinasi, kalender acara, hingga fitur pemesanan tiket wisata laut.
Selain itu, pengelola destinasi diwajibkan menerapkan sistem tiket elektronik dan pembayaran non-tunai, agar layanan lebih efisien dan transparan.
Balikpapan juga akan menggelar Festival Bahari Nusantara 2025, yang menampilkan parade kapal nelayan, kompetisi fotografi bawah laut, serta konser musik pantai. Acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat branding kota.
Menuju Kota Wisata Bahari yang Berkelas Dunia
Upaya konsisten membangun infrastruktur, digitalisasi layanan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi kuat bagi Balikpapan menuju predikat “Kota Bahari Modern”.
Dengan dukungan penuh pemerintah provinsi dan keberadaan IKN di wilayah sekitarnya, potensi wisata laut Balikpapan diyakini akan menjadi ikon pariwisata Kalimantan Timur di masa depan.
“Kami ingin wisata bahari menjadi identitas baru Balikpapan. Langit biru, laut jernih, dan masyarakat ramah adalah daya tarik utama kota ini,” pungkas Rahmad Mas’ud.









