NEWS BALIKPAPAN – Warga Balikpapan, Kalimantan Timur, digegerkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di Sungai Selok, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Rabu (16/10/2025) sore. Seorang pria dilaporkan dimangsa buaya saat sedang beraktivitas di tepi sungai.

Korban diketahui bernama Nasruddin (45), warga RT 08 Kariangau. Menurut keterangan saksi, korban awalnya tengah mencuci peralatan rumah tangga di pinggir sungai sekitar pukul 16.30 WITA. Tiba-tiba, seekor buaya berukuran besar muncul dari dalam air dan menyeret korban ke tengah sungai.
Baca Juga : Berlaga di Porwarda 2025, PWI Balikpapan Targetkan Perbaikan Prestasi
“Kami sempat mendengar teriakan minta tolong. Saat warga datang, korban sudah tidak terlihat, hanya terlihat pusaran air,” ungkap Rahman, salah satu warga setempat.
Tim SAR Dikerahkan Lakukan Pencarian
Setelah menerima laporan, Tim Basarnas Balikpapan bersama BPBD Kota Balikpapan, polisi, dan relawan setempat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Operasi pencarian dilakukan dengan perahu karet dan menyisir sepanjang aliran Sungai Selok hingga ke muara.
Kepala Basarnas Balikpapan, Melkianus Kotta, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut korban sempat terlihat oleh warga sebelum hilang.
“Tim gabungan telah bergerak sejak sore. Kondisi sungai yang berlumpur dan lebatnya vegetasi di sekitar lokasi membuat pencarian cukup sulit,” ujarnya, Kamis (17/10/2025).
Sekitar pukul 20.00 WITA, tim menemukan bagian tubuh korban sekitar 500 meter dari lokasi awal. Korban diduga sudah meninggal dunia beberapa jam setelah diserang.
Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Beriman Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Warga Diminta Waspada Aktivitas di Sekitar Sungai
Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan Kariangau. Dalam setahun terakhir, sedikitnya tiga warga dilaporkan diserang buaya di perairan sekitar Teluk Balikpapan.
Kawasan tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya muara (Crocodylus porosus), yang kerap muncul terutama pada musim hujan ketika debit air meningkat.
Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran terhadap keberadaan buaya yang menyerang korban.
Petugas juga memasang papan peringatan agar masyarakat tidak beraktivitas terlalu dekat dengan tepi sungai.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan RT setempat untuk meningkatkan kewaspadaan warga. Buaya di wilayah ini termasuk aktif dan berukuran besar,” kata Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Kaltim, Haris Gunawan.
Kariangau Dikenal Rawan Serangan Buaya
Sungai Selok dan sekitarnya memang dikenal sebagai salah satu zona merah konflik manusia dan buaya di Balikpapan. Aktivitas warga seperti mencuci, memancing, dan mencari kayu di tepi sungai sering kali memicu interaksi berbahaya dengan satwa liar tersebut.
Pemerintah Kota Balikpapan juga berencana memperkuat edukasi konservasi satwa liar agar warga tidak sembarangan membuang limbah ikan atau ternak ke sungai yang bisa menarik perhatian buaya.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan segera melapor bila melihat kemunculan buaya di sekitar pemukiman,” tutur Lurah Kariangau, Nurhadi.
Tragedi ini menambah daftar panjang kasus serangan buaya di wilayah pesisir Kalimantan Timur, sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat selalu waspada terhadap bahaya satwa liar di lingkungan mereka.









