, ,

Tragedi Waduk PDAM KM 8: Enam Bocah Kehilangan Nyawa Usai Bermain di Saluran Air

by -774 Views

NEWS BALIKPAPAN Enam anak di Balikpapan tewas terseret arus saat bermain di kawasan Waduk PDAM KM 8, Balikpapan Utara, Selasa (18/11). Insiden tragis ini memicu duka mendalam bagi keluarga korban serta menjadi perhatian serius pemerintah daerah terkait keamanan fasilitas air baku milik PDAM.

Nahas! Lima Anak Tewas Tenggelam di Waduk PDAM Balikpapan KM 8
Tragedi Waduk PDAM KM 8: Enam Bocah Kehilangan Nyawa Usai Bermain di Saluran Air

Kronologi Kejadian

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WITA ketika sekelompok anak laki-laki sedang bermain di sekitar area waduk. Menurut keterangan warga, para korban semula hanya duduk dan bermain di tepi saluran air. Namun tiba-tiba debit air meningkat, diduga akibat pembukaan pintu air otomatis.

Baca Juga : Mengenang 3 Peristiwa Heroik Bulan November di Balikpapan, Merah Putih Disembunyikan di Balik Baju

“Anak-anak itu awalnya cuma main di pinggir. Tiba-tiba air besar datang dan langsung menyeret mereka,” ujar Roni, saksi mata yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Warga yang melihat kejadian berupaya menolong, namun derasnya arus membuat para korban sulit diselamatkan. Enam anak akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan BPBD, Basarnas, dan relawan.


Proses Evakuasi dan Identitas Korban

Kepala BPBD Balikpapan, Arif Kurniawan, mengonfirmasi bahwa seluruh korban berhasil dievakuasi dalam waktu beberapa jam setelah kejadian. “Kami menerima laporan awal dari warga, lalu mengerahkan tim ke lokasi. Enam korban ditemukan di titik berbeda sepanjang saluran air,” jelasnya.

Korban merupakan anak-anak berusia 8–12 tahun yang berasal dari dua RT di kawasan Balikpapan Utara. Jenazah telah dibawa ke RSUD Beriman untuk keperluan visum dan penanganan keluarga.


Respons Pemerintah dan PDAM

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyampaikan duka cita dan meminta PDAM serta instansi terkait memperketat pengamanan di area waduk. “Ini tragedi yang sangat mengiris hati. Kami minta pengelola melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Manajemen PDAM Balikpapan menyebut pihaknya segera melakukan investigasi internal. “Kami sedang memeriksa prosedur pembukaan pintu air dan kondisi pengamanan di lapangan. Kami turut berduka dan siap bertanggung jawab untuk perbaikan sistem pengamanan,” kata Sutrisno, Direktur Operasional PDAM.


Desakan Penutupan Akses dan Edukasi Warga

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat meminta pemerintah memasang pagar serta larangan permanen di area rawan. “Sudah lama anak-anak sering bermain di situ karena tidak ada pagar pembatas yang memadai,” ungkap Syarif, tokoh masyarakat setempat.

BPBD juga mengimbau orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area berisiko tinggi. “Musim hujan membuat arus bisa berubah sewaktu-waktu. Kami minta masyarakat waspada,” kata Arif.


Penutup

Tragedi di Waduk PDAM KM 8 menjadi alarm keras bagi keamanan fasilitas umum di Balikpapan. Investigasi tengah berjalan, sementara keluarga korban berharap ada langkah konkret agar tidak ada lagi nyawa melayang di lokasi serupa. Pemerintah pun memastikan evaluasi menyeluruh segera dilakukan demi mencegah kejadian serupa terulang.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.