, ,

Pemkot Balikpapan Perketat Aturan Bebas Plastik, Wawali Bagus Susetyo Evaluasi Lingkungan Pemerintah

by -913 Views

NEWS Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan semakin serius menekan penggunaan plastik sekali pakai di wilayahnya. Melalui kebijakan pengetatan aturan bebas plastik, Pemkot melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan kebijakan lingkungan, termasuk di lingkup perkantoran pemerintahan.

Pemkot Balikpapan Evaluasi Konsistensi Pengurangan Plastik di Lingkungan  Pemerintah
Pemkot Balikpapan Perketat Aturan Bebas Plastik, Wawali Bagus Susetyo Evaluasi Lingkungan Pemerintah

Langkah ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Baca Juga : Ironi Sampah, 80 Petugas Dikerahkan Jaga Kebersihan Pesisir Balikpapan

“Kebijakan ini bukan hanya untuk masyarakat atau pelaku usaha, tetapi juga harus menjadi budaya di lingkungan pemerintahan. ASN harus menjadi teladan dalam gerakan bebas plastik,” tegas Bagus saat memimpin evaluasi lingkungan di Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (6/11/2025).

ASN Diminta Jadi Contoh

Dalam evaluasi tersebut, Bagus menyoroti masih adanya penggunaan botol air kemasan dan wadah plastik sekali pakai dalam kegiatan perkantoran. Ia meminta setiap instansi menyiapkan alternatif ramah lingkungan seperti tumbler, wadah makanan yang bisa digunakan ulang, dan pengelolaan sampah berbasis pemilahan.

“Kita tidak bisa mendorong masyarakat berubah kalau di kantor sendiri belum disiplin. Semua kegiatan kedinasan harus bebas plastik sekali pakai mulai sekarang,” ujarnya.

Pemerintah Kota juga akan memperluas sosialisasi dan pengawasan, terutama di sektor usaha dan fasilitas publik seperti pasar, restoran, dan pusat perbelanjaan.

Pengawasan dan Edukasi Berkelanjutan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim pengawasan terpadu yang akan melakukan peninjauan rutin ke lapangan.

“Kami akan memberikan teguran bagi pelaku usaha yang masih menyediakan kantong plastik. Fokus kami adalah pembinaan, bukan sekadar sanksi,” jelas Sri.

Selain pengawasan, DLH juga menggandeng komunitas lingkungan dan pelajar untuk mengedukasi masyarakat melalui program Balikpapan Tanpa Plastik.

Menuju Kota Hijau Berkelanjutan

Balikpapan selama ini dikenal sebagai salah satu kota dengan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan. Dengan pengetatan aturan bebas plastik, pemerintah berharap dapat menekan volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, yang mencapai ratusan ton per hari.

“Gerakan ini bukan sekadar aturan, tapi bagian dari gaya hidup hijau yang harus kita biasakan bersama,” tutup Wawali Bagus.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.