NEWS BALIKPAPAN – Kebocoran Air Balikpapan terus menunjukkan penurunan signifikan setelah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan menjalankan program perbaikan jaringan secara berkelanjutan. Tingkat kehilangan air kini mencapai 24 persen, angka yang menandai peningkatan kinerja distribusi air bersih di Kota Balikpapan. Penurunan ini langsung berdampak pada stabilitas aliran air yang kini warga rasakan di berbagai kawasan.

PDAM Balikpapan memprioritaskan peremajaan pipa lama yang rawan bocor serta melakukan pemantauan jaringan secara intensif. Tim teknis aktif menelusuri jalur distribusi utama dan lingkungan permukiman untuk mendeteksi titik kebocoran sedini mungkin. Selain itu, PDAM juga menertibkan sambungan ilegal yang selama ini memicu kehilangan air dalam jumlah besar.
Baca Juga : RS Sayang Ibu Balikpapan Barat Masih Tertunda, DPRD Pastikan Pembangunan Dilanjutkan
Pemerintah Kota Balikpapan turut mendukung langkah PDAM dalam menekan angka kebocoran air. Pemerintah mendorong peningkatan kualitas infrastruktur dan penggunaan teknologi pendeteksi kebocoran modern. Kolaborasi ini bertujuan menjaga ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan pelayanan publik.
Penurunan Kebocoran Air Balikpapan juga membuka peluang perluasan layanan tanpa menambah kapasitas produksi air secara signifikan. PDAM dapat mengoptimalkan air yang tersedia untuk melayani lebih banyak pelanggan. Strategi ini membantu efisiensi biaya operasional serta menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Ke depan, PDAM Balikpapan menargetkan penurunan kebocoran air secara bertahap. Manajemen berkomitmen meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan warga dan menjaga konsistensi perawatan jaringan. Dengan langkah tersebut, kualitas layanan air bersih di Balikpapan akan terus meningkat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.







