News Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggenjot program penanganan banjir dengan target menjadikan kota ini bebas genangan pada 2025. Hingga pertengahan tahun, Pemkot Balikpapan mengklaim telah berhasil menangani 64 titik genangan yang sebelumnya menjadi langganan banjir di berbagai wilayah.

64 Titik Genangan Sudah Ditangani
Baca Juga : Serba Hitam dan Bawa Bendera One Piece, Warga Balikpapan Protes PBB Naik 3.000 Persen
Wali Kota Balikpapan menyampaikan bahwa sebagian besar titik genangan berhasil ditangani melalui pembangunan dan normalisasi drainase, perbaikan saluran air, serta pengerukan sedimentasi sungai. “Dari total titik genangan yang kami petakan, 64 titik sudah rampung dikerjakan dan hasilnya mulai dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Beberapa kawasan yang sebelumnya rawan banjir kini dilaporkan lebih aman saat hujan deras, meski pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan efektivitas sistem drainase.
Strategi Menuju Balikpapan Bebas Banjir
Program penanganan banjir Balikpapan dilakukan melalui pendekatan terpadu, antara lain:
-
Pembangunan drainase baru dan pelebaran saluran air,
-
Normalisasi sungai dan waduk kecil,
-
Pembangunan kolam retensi di beberapa kawasan padat penduduk,
-
Pemasangan pompa air otomatis di titik rawan,
-
Peningkatan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga dilakukan, terutama untuk pembangunan infrastruktur skala besar.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski 64 titik sudah tertangani, Pemkot Balikpapan tetap mencatat adanya beberapa kawasan yang masih berpotensi tergenang. Faktor utama penyebab banjir meliputi curah hujan tinggi, kondisi tanah yang menurun daya resapnya, serta perilaku warga yang masih membuang sampah ke saluran air.
“Kami tetap butuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga saluran drainase. Pemerintah sudah bekerja, tetapi jika sampah masih menumpuk, genangan bisa kembali muncul,” tegas Wali Kota.
Harapan 2026
Dengan progres yang dicapai, Pemkot optimis Balikpapan dapat mencapai status kota bebas banjir sesuai target jangka menengah. Selain mengurangi kerugian akibat banjir, langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).







